Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Konsentrasi adalah kemampuan pemusatan pada suatu hal, baik itu dalam belajar atau melakukan pekerjaan lainnya. Dalam pendidikan, khususnya cara belajar pada anak dengan autisme, kemampuan konsentrasi sangatlah diperlukan untuk melatih mereka agar dapat belajar secara maksimal. Sebagian besar anak dengan autisme lebih mudah terdistrak dengan lingkungan sekitarnya. Ketika sang anak kurang konsentrasi maka hasil dari tugas yang di kerjakan pun menjadi kurang maksimal. Mereka juga cenderung belum mampu secara konsisten dalam menyelesaikan tugasnya. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi konsentrasi anak yang seperti ini dapat mengakibatkan perkembangannya menjadi lambat. Mereka cenderung akan lebih asik dengan dunianya sendiri. Maka dari itu berikut beberapa tips bagi orangtua untuk dapat melatih konsentrasi anak, khususnya bagi anak dengan autisme:

  1. Selesaikan satu tugas

Ketika anak mengerjakan suatu tugas kemudian konsentrasinya mulai pecah maka anak akan cenderung melakukan tindakan yang lain atau meminta tugas yang lain. Maka bagi orangtua atau guru hendaknya konsisten untuk tidak memberikan tugas yang lain tersebut sebelum sang anak menyelesaikan tugas yang pertama atau yang masih dikerjakan. Ajarkan pada anak untuk fokus menyelesaikan tugas hingga tuntas dan  setelah itu baru dapat mengerjakan hal lainnya.

  1. Sendiri dan mandiri

Salah satu penyebab anak tidak konsentrasi terhadap tugas adalah karena merasa kesulitan dan tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan, sehingga mereka memilih untuk meninggalkan tugasnya dan mencari perhatian yang lain. Oleh karena itu pastikan terlebih dahulu tugas yang di berikan adalah tugas sederhana dan mampu di lakukan anak secara mandiri. Bila anak terlihat sudah mampu mengerjakannya sendiri, orangtua dapat memberikan tugas lain dengan tingkat kesulitan yang lebih secara perlahan.

  1. Jauhkan gadget dari sang anak

Gadget saat ini menjadi barang yang banyak diminati oleh anak, sehingga ketika anak mengerjakan tugas dan ada gadget di sekitarnya maka konsentrasi mereka akan mudah pecah karena terdistrak dengan adanya gadget. Anak akan lebih fokus untuk melihat gadget dan meskipun gadget sudah dijauhkan atau tidak diberikan, pandangan anak akan selalu mengarah ke gadget. Oleh karena itu kondisikan lingkungan belajar anak dari benda – benda yang dapat mengganggu konsentrasinya. Berikan pemahaman kepada anak bahwa ia harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu dan dapat bermain gadget setelahnya.

  1. Menemukan metode yang tepat

Dalam belajar, terkadang anak cenderung lebih mudah fokus terhadap tugas yang diminatinya. jika anak diharuskan mengerjakan tugas yang kurang diminatinya maka anak akan cepat mudah bosan, kurang konsentrasi dan berusaha mengalihkan pada kegiatan lain yang diinginkannya. Orangtua dan guru perlu mencari tahu tugas seperti apa yang disukai anak. Bila anak harus mengerjakan tugas yang bukan minatnya, carilah metode belajar yang sesuai dengan anak agar ia dapat konsentrasi mengerjakan tugas yang diberikan, baik saat harus mengerjakan tugas yang disukai hingga yang tidak disukainya.

Selain cara di atas tersebut, terdapat beberapa permainan yang dapat dilakukan untuk melatih konsentrasi anak diantaranya bermain lempar bola , tebak kata, bermain puzzle, memindahkan benda dan lain sebagainya. Semoga artikel ini bermanfaat. Selamat mencoba parents

Penulis : Dicky Age Tresna, S.Pd

picture: <a href=”https://www.freepik.com/free-photo/girl-holding-book-with-raised-finger_2377747.htm”>Designed by Freepik</a>

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail