Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Perkembangan teknologi sangat mudah di jangkau oleh masyarakat saat ini. Tidak jarang mulai dari anak-anak dan remaja saling berlomba-lomba untuk memiliki smartphone keluaran terbaru, tanpa mempertimbangkan faktor kebutuhan. Kemajuan teknologi smartphone yang dulunya hanya telepon genggam untuk alat komunikasi, kini semakin canggih dengan adanya fitur kirim email, games dan lainnya yang menunjang aktivitas sehari-hari yang mempermudah mobilitas. Sayangnya semakin banyaknya fitur dan aplikasi yang bila digunakan dengan tidak bijak, dapat membawa beberapa dampak yang merugikan diantaranya:

  1. Kecanduan dan ketergantungan menggunakan smartphone.

Bermain game online merupakan salah satu pemicu awal remaja kecanduan menggunakan smartphone. Bermain games dapat menghilangkan rasa lelah setelah menghadapi rutinitas sekolah maupun tugas karena menjadi sarana hiburan bagi anak. Anak dapat bermain game berjam-jam lamanya, sehingga melalikan tugas bahkan sampai lupa merawat diri seperti istirahat, mandi dan makan. Sifat dari game yang continue membuat anak menjadi penasaran dengan kelanjutan dari permainan yang dimainkan. Apalagi game online saat ini menyediakan ruang bagi anak untuk memainkan game bersama teman-teman ataupun orang lain, sehingga anak bermain game juga untuk kompetisi dan saling mengalahkan dengan teman dan orang lain. Aktivitas ini dapat memutus interaksi sosial anak dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya. Rasa penasaran akan muncul ketika anak gagal memainkan game online sehingga apabila anak tidak mampu mengontrol waktu bermainnya hal ini akan membuatnya sulit lepas dari game online.

  1. Meningkatkan resiko bahaya

Anak remaja jaman sekarang lebih banyak mengikuti trend atau kejadian yang sedang viral, tanpa mempertimbangkan efek baik buruknya sekalipun itu dapat membahayakan  diri sendiri. Misal seperti kejadian selfie di puncak gunung yang kita ketahui berubah menjadi malapetaka. Entah awalnya ingin mencari ketenaran tanpa memikirkan dampaknya, aksi tersebut justru membayahakan diri sendiri. Contoh lain yang sedang viral adalah “kiki challenge”, yang juga mengundang bahaya karena harus berjoget di jalanan dengan kondisi mobil yang berjalan. Selain itu aplikasi yang sedang trend adalah tiktok. Banyak dari anak-anak, remaja bahkan orang dewasa bermain aplikasi tiktok untuk sekedar mengekspresikan dirinya atau mencari perhatian dari orang luar. Namun di dalam aplikasi tiktok tersebut terdapat fitur untuk berinteraksi dengan orang asing yang belum dikenal. Hal ini tentunya dapat disalahgunakan bila tidak mempertimbangkan dampak baik buruk dan jangka panjangnya. Berkenalan dengan orang baru tentunya tidak masalah karena dapat membangun relasi. Hanya saja bila kita tidak mengetahui pasti latar belakang dan niat orang lain tersebut, akan dapat memperbesar resiko kejahatan. Terlebih lagi anak yang sedang berada pada usia remaja cenderung terlalu cepat mengambil keputusan tanpa berpikir panjang dan mempertimbangkan baik buruknya dari tindakan yang diperbuat. Sehingga kerap kali berkenalan dengan orang lain lewat media sosial dijadikan sarana bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kejahatan.

  1. Kecemasan

Kecemasan ini terjadi disaat anak remaja tidak memegang smartphone. Kebiasaan yang sudah terbentu membuat anak sulit untuk melepaskan smartphone walaupun hanya sebentar. Smartphone kini seolah menjadi barang wajib yang harus selalu berada di tangan. Sebagai contoh bila smartphone tertinggal di rumah, kini remaja akan cemas dan panik bahkan rela kembali pulang untuk mengambil smartphonenya. Hal ini menunjukan bahwa di masa ini smartphone sudah menjadi barang wajib dan salah satu kebutuhan utama. Tidak heran apabila smartphone jauh dari diri kita, akan membuat kita cemas dan hilang fokus terhadap aktivitas. Bahkan untuk tidur pun, smartphone harus selalu berada di samping kita belum lagi mengecek smartphone sebelum tidur seolah sudah menjadi ritual wajib yang dilakukan sebelum tidur. Akibatnya banyak remaja yang merasa kelelahan di sekolah akibat kurangnya waktu istirahat. Keinginan untuk selalu tahu mengenai kabar terbaru membuat remaja kerap mencuri-curi waktu untuk melihat layar smartphonenya sehingga sulit untuk berkonsentrasi menerima pelajaran di kelas.

Maka dari itu diperlukan solusi untuk mengatasi pengaruh yang timbul dari penggunaan smartphone yang berlebihan, diantaranya:

  1. Mengawasi aktivitas penggunaan smartphone anak.

Masa remaja dalah masa dimana anak ingin membangun relasi yang lebih besar dengan orang lain. Berkenalan dengan orang baru menjadi salah satu hal yang ingin dilakukan oleh remaja. Maka dari itu perlu pengawasan yang lebih dari orang tua untuk memantau aktivitas penggunaan smartphone anak. Namun perlu diingat, jangan sampai pengawasan yang dilakukan justru menjadi mengekang dan membatasi aktivitas anak. Berikan pemahaman kepada anak untuk lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan. Hargai privasi anak yang saat ini sedang berkembang. Hal ini secara tidak langsung akan memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

  1. Luangkan waktu “Family Time´

Orangtua adalah sarana belajar terbaik bagi anak. Mengurangi penggunaan smartphone yang berlebihan dapat dilakukan dari hal sederhana yaitu berkumpul bersama keluarga. Luangkan waktu untuk mematikan segala aktivitas smartphone dan gunakan waktu tersebut untuk berbincang dengan anak. Ajak anak untuk bercerita mengenai pengalaman sekolahnya, pengalaman dengan teman-teman dan lain-lain. Dengan meluangkan waktu bersama keluarga, kita dapat mencari tahu apa saja aktivitas anak saat ini, termasuk apakah dia memiliki teman baru dari media sosial. Apabila kita sendiri juga lebih memilih sibuk dengan smartphone, anak akan bosan karena tidak ada teman bercerita sehingga ia lebih memilih meluangkan smartphone sebagai temannya.

  1. Ajarkan anak menggunakan smartphone secara bijak

Berikan pemahaman kepada anak agar dapat menggunakan smartphone secara proporsional dan bijak. Ajarkan kepada anak bahwa penggunaan smartphone haruslah seimbang. Gunakan smartphone sesuai kebutuhan dan tentunya tidak meninggalkan kewajiban sebagai pelajar hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ajarkan anak untuk mengatur waktu penggunaan smartphone, seperti ketika sedang belajar, istirahat bahkan saat bergaul dengan lingkungan sekitarnya ada baiknya smartphone disimpan terlebih dahulu. Berikan pemahaman kepada anak agar menggunakan smartphone pada waktu-waktu luangnya sehinga tidak mengganggu kegiatan belajar dan waktu istirahat maupun saat berkumpul dengan keluarga dan teman.

 

Penulis: Annisa Mutmainah, S.Pd

picture: <a href=”https://www.freepik.com/free-photo/teenagers-taking-selfies_1363837.htm”>Designed by Freepik</a>

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail