Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Media televisi kini semakin marak dengan acara-acaranya yang menarik. Tidak hanya acara berita atau reality show, bahkan sinetron sekalipun selalu hadir setiap stasiun televisi. Namun, seperti yang kita ketahui juga beberapa acara televisi yang ditayangkan tidak hanya disuguhkan bagi para remaja dan orang dewasa saja, melainkan acara anak-anak pun kini turut mewarnai dunia pertelevisian.

Acara ataupun hiburan yang ditayangkan tentunya menarik perhatian anak untuk selalu ingin menyaksikan acara kesayangannya tersebut. Namun, apakah ayah bunda  pernah membayangkan bila seorang anak yang masih berusia sangat kecil sudah disuguhkan dengan tayangan-tayangan yang tidak sesuai dengan umurnya? Memang tidak ada salahnya meletakkan televisi di kamar pada anak yang sudah cukup umur. Namun, bagaimana dengan anak yang memang usianya masih dibawah umur dan harus butuh bimbingan orang tua? Dalam hal ini tentunya ayah bunda perlu memberikan perhatian dan waktu yang lebih ekstra pada anak untuk membimbing dan mengarahkan setiap tayangan televisi yang ditontonnya.

Beberapa tayangan yang mengandung konten seperti kekerasan, vulgarisme, pornografi, mistik, dan gosip bukanlah hal yang layak untuk dipertontonkan pada anak karena dapat memberikan dampak negatif yang dapat mempengaruhi perkembangan psikologis si kecil. Dampak nyata dari tayangan televisi yang tidak dikemas secara baik tanpa mempedulikan pendidikan dan perkembangan jiwa anak akan mempengaruhi tumbuh kembang anak  seperti mencontoh ataupun meniru adegan dari tokoh idolanya, baik perilaku seperti gaya bicara, hingga penampilan fisik seperti gaya rambut dan busana yang dikenakan. Tidak hanya itu, dampak lainnya yang juga dapat merugikan anak diantaranya seperti lupa belajar dan lupa dengan kegiatan-kegiatan positif, menjadi ketagihan, membuat sang anak jarang bersosialisasi, dapat melakukan hal-hal yang berbahaya dan kurang wajar serta membawa pada pola pikir ke arah yang berdampak negatif.

Oleh karena itu, sudah selayaknya para orangtua lebih selektif dalam memilih tayangan yang sesuai dengan anak, meluangkan waktu untuk mendampingi anak saat menonton, saat jam makan, saat jam tidur, serta melatih anak untuk mematikan televisi pada jam yang telah disepakati sebelumnya. Ajak anak untuk mendisiplinkan diri dalam meluangkan waktunya untuk menonton dan memilah tayangan yang baik dan bermanfaat,  agar mereka lebih dapat memanfaatkan waktunya untuk bermain diluar ataupun di halaman rumah yang dapat membantu perkembangan motorik dan sosial, sekaligus sebagai sarana rekreasi menikmati alam. Selain itu, sediakan tayangan yang lebih edukatif yang mampu membagi informasi dan bahan pendidikan pada sang anak yang dapat membawa dampak positif bagi tumbuh kembang anak.

Semoga bermanfaat. Happy Parenting 🙂

 

Penulis : Annisa Mutmainah, S.Pd

picture : <a href=’https://www.freepik.com/free-vector/people-watching-tv-and-playing-games-illustration_1169321.htm’>Designed by Freepik</a>

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail