Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Apakah ayah bunda sudah pernah mendengar istilah sounding? Sounding adalah bisikan berupa kata – kata positif yang diberikan secara berulang dan dilakukan di alam bawah sadar seseorang yang bertujuan untuk merubah perilaku seseorang. Mengapa sounding di lakukan ketika masih dalam pikiran alam bawah sadar? Hal ini dikarenakan perilaku seseorang dikendalikan oleh 88% pikiran alam bawah sadar dan hanya 12% pikiran alam sadar.  Dengan melakukan sounding pada alam pikiran bawah sadar, maka kata – kata positif yang diberikan besar kemungkinannya dapat diterima dengan baik.

Teknik sounding dapat dilakukan oleh orangtua yang mengalami kesulitan dalam menangani perilaku anak – anak.  Karena seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, bahwa tujuan dari sounding adalah untuk membantu merubah perilaku anak menjadi lebih baik lagi, sehingga sounding akan terasa efektif manfaatnya bila dilakukan secara berulang. Teknik sounding ini akan sangat membantu terutama bagi orangtua yang mengalami kesulitan ketika menghadapi tingkah laku anak seperti anak yang aktif,  keras kepala,  sulit  diatur dan lainnya. Penggunaan teknik sounding yang sudah banyak dilakukan oleh beberapa orangtua dan terbukti manfaatnya diantaranya adalah mengubah kebiasaan anak mengemut jempol, suka gigit, mengatasi anak yang rewel, mengatasi anak yang tantrum, memotivasi anak agar lebih percaya diri, dsb.

Nah, bagi kita orangtua yang memiliki anak dengan autisme mungkin bisa mencoba menerapkan metode sounding ini, terutama bila tingkah laku anak mulai terasa sulit dikontrol dan cenderung hiperaktif, ataupun mulai bersikap agresif yang dapat membahayakan diri maupun lingkungan sekitarnya. Kita bisa lakukan sounding ketika anak akan tertidur. Jadi ketika anak mulai merasa ngantuk dan ingin tidur,  orangtua dapat segera mempersiapkan kata – kata positIf yang ingin diberikan, karena pemberian kata positif dapat berpengaruh hingga anak dewasa. Hal yang perlu diingat adalah bahwa sounding ini diberikan ketika anak akan tertidur, bukan ketika anak sudah terlelap tidur karena hal tersebut tidak akan berpengaruh.  Lalu bagaiman kitabisa tau bahwa anak sudah tertidur dengan pulas atau belum? Kita dapat melihatnya ketika sedang memberikan sounding tersebut. Bila anak belum tertidur pulas, biasanya mereka akan bereaksi ketika kita membisikkan kata – kata positif.

Selain pada waktu ketika anak akan tidur, sounding juga bisa dilakukan ketika anak sedang fokus terhadap sesuatu, seperti sedang bermain atau menonton. Biasanya pada momen seperti ini anak akan cenderung menghiraukan apa yang diucapkan orang lain karena sedang fokus terhadap kegiatannya. Pada saat mereka sedang fokus dan menghiraukan orang lain, sebenarnyapiiran alam bawah sadar anak tetap aktif, dan pada saat itulah sounding kata-kata positif akansemakin mudah masuk ke alam bawah sadarnya.

Sounding merupakan cara mudah yang dapat dilakukan oleh orangtua demi perkembangan anak dan tentunya dapat memberikan efek positif yang luar biasa jika dilakukan berulang – ulang. Mungkin pada awal percobaan belum terlihat manfaatnya, namun teruslah berusaha dan coba lakukan secara konsisten hingga terlihat adanya perubahan tingkah laku yang diharapkan.

Selamat mencoba!

Penulis: Dicky Age Tresna, S.Psi

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail