Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Orangtua yang memiliki anak dengan autisme terkadang cenderung menghindar dan malu jika bertemu dengan kerabat. Beberapa orangtua kerap meninggalkan anak dirumah bersama pengasuh daripada membawa sang anak ikut bertemu dengan kerabat. Padahal bila anak diikut sertakan ke tempat umum dan ia masih bersikap sangat aktif, orangtua dapat mengkondisikan anak ke tempat yang lebih tenang untuk memberikan pengertian kepada anak. Semakin sering anak di bawa ke tempat keramaian diharapkan anak dapat semakin belajar untuk bersikap secara baik di tempat umum. Permasalahannya masih terdapat beberapa orangtua yang ketakutan dan memiliki prasangka buruk terhadap perilaku anak nantinya. Namun ternyata hal ini tidak hanya dialami oleh para orangtua, kerap kali saudara dari anak dengan autisme masih enggan peduli dan malu karena keadaan saudaranya yang berkebutuhan khusus.

Jika dilihat dari struktur keluarga, banyak anak dengan autisme yang memiliki saudara, baik itu kakak, adik atau saudara sepupu. Lalu apa hubungannya dengan perkembangan anak dengan autisme?

Perkembangan anak dengan autisme tidak hanya tergantung dimana anak sekolah, apa yang anak makan, dll. Namun besar kemungkinan juga tergantung dengan orang-orang di sekelilingnya yang ada dalam lingkup keluarga. Bila orangtua sudah menerima keadaan anak, namun masih ada saudaranya yang belum dapat menerima sepenuhnya keadaan anak, secara tidak langsung hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan anak dengan autisme. Hal ini terjadi dikarenakan memiliki saudara yang berkebutuhan khusus kerap dianggap merepotkan dan memalukan.

Oleh karena itu, orangtua perlu memberikan pengertian kepada adik atau kakak dari anak dengan autisme untuk dapat ikut membantu perkembangan saudaranya apabila orangtua sedang tidak bisa atau berhalangan mendampingi langsung anak dengan autisme. Lalu bagaimana cara memberikan pengertian dan pemahaman kepada adik atau kakak dari anak dengan autisme? Berikut beberapa tipsnya

  1. Berikan pemahaman tentang autisme kepada saudara

Berikan penjelasan dan pemahaman kepada adik atau kakak bahwa saudara mereka memiliki kebutuhan khusus. Jelaskan bahwa dengan adanya kebutuhan khusus tersebut seluruh anggota keluarga harus turut andil membantu anak dengan autisme, bukan menjauhinya. Ajarkan mereka untuk mengilangkan rasa malu karena kondisi saudaranya yang berkebutuhan khusus, namun memberikan perhatian dan kasih sayang yang sama terhadap seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali.

  1. Bersikap adil

Bagi orangtua yang menganggap anak dengan autisme harus di perlakukan dengan lembut dan cenderung belum sanggup bersikap tegas, bersikap adil terhadap semua anak akan menjadi tantangan tersendiri. Bila orangtua tidak mampu bersikap adil maka dapat menimbulkan kecemburuan bagi adik atau kakak yang lainnya, sehingga mereka akan semakin sulit menerima keberadaan saudaranya yang berkebutuhan khusus

  1. Membangun rasa tanggung jawab dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus

Setelah orangtua memberikan pengertian dan bersikap adil, langkah selanjutnya yaitu menyusun rencana bersama keluarga dalam mendidik dan mendampingi anak dengan autisme. Ajarkan kepada seluruh anggota keluarga untuk melakukan pendampingan terhadap anak dengan autisme dengan ikhlas dan sabar. Pendampingan bisa dilakukan dengan memberikan kegiatan yang dapat meningkatkan kemandirian anak dengan autisme. Bila orangtua berhalangan dalam pendampingan kegiatan rutinitas anak dengan autisme, maka tugas tersebut dapat di ambil alih oleh saudaranya yang lain tanpa adanya paksaan.

  1. Berikan apresiasi bagi saudara

Hal terakhir yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memberi apresiasi. Berikan apresiasi kepada adik atau kakak yang sudah turut membantu dan mendampingi saudaranya yang berkebutuhan khusus. Apresiasi yang diberikan orangtua akan membuat mereka merasa dihargai dan diperlakukan secara adil. Hal ini juga dapat membuat mereka bersikap ikhlas dalam membantu dan mendampingi saudaranya yang berkebutuhan khusus, sehingga mereka dapat belajar bahwa perkembangan anak dengan autisme bukan hanya tanggung jawab orangtua namun juga untuk seluruh anggota keluarga.

Penulis: Dicky Age Tresna, S.Pd

Picture: <a href=’https://www.freepik.com/free-photo/girls-drawing-with-pencils-lying-on-floor_864134.htm’>Designed by Pressfoto</a>

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail