Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Orangtua mana yang tidak senang jika sang anak mampu melakukan kewajibannya atau melakukan aksi positif tanpa perlu diperintahkan terlebih dahulu? Mungkin, bagi sebagian orangtua, hal tersebut dirasa cukup sulit karena anak biasanya melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, bahkan suka berlawanan dari apa yang diharapkan orangtua. Ya, cukup sulit rasanya mengharapkan anak untuk berbuat seperti yang orangtua harapkan tanpa memberikan stimulasi yang tepat. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan orangtua untuk membentuk motivasi internal pada diri anak, yaitu sebagai berikut:

1. Berikan anak aturan, tugas dan tanggung jawab

Anak akan merasa termotivasi jika mereka diberikan tugas dan tanggung jawab. Jika setiap hari anak hanya dibiarkan sesuka hati mereka dan tidak ada dorongan apapun dari orangtua, tentu anak tidak akan terbiasa dengan tanggung jawab. Misalnya berikan anak aturan untuk membersihkan makanan yang tumpah secara mandiri, mengembalikan barang milik teman yang dipinjamnya dengan baik, meletakkan pakaian kotor sehabis berpergian ke dalam tempatnya, bermain gagdet sesuai waktu yang ditentukan dan sebagainya. Dalam menerapkan aturan dan tugas tersebut orangtua harus tegas dan konsisten agar motivasi internal pada diri anak akan muncul.

2. Berikan Kesempatan anak untuk berlatih 

Ketika orangtua sudah menjadi teladan yang baik untuk anak, tahap selanjutnya adalah memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan banyak hal yang ada di dalam hidup. Orangtua yang banyak melarang, terlalu khawatir atau meremehkan kemampuan anak dalam melakukan hal baru hanya membuat anak merasa tidak termotivasi ketika suatu saat anak diharuskan untuk melakukannya. Maka, hadirkanlah mereka dengan peluang, kegagalan dan keberhasilan yang dihasilkannya sendiri. Misalnya, biarkan anak untuk dapat membuat kue atau minumannya sendiri tanpa bantuan (kecuali anak jika benar-benar merasa kesulitan). Tidak adanya tuntutan atau “suara” orangtua disamping anak ketika ia sedang mencoba melakukan suatu hal, akan memberikan kesempatan dirinya untuk berlatih secara mandiri  dan membuatnya termotivasi. Jika anak membuat kegagalan, hal tersebut akan memotivasinya untuk mencoba lebih keras di lain waktu. Selain itu anak juga tahu bahwa membersihkan adalah bagian dari membuat minuman/kue sehingga ia akan melakukannya secara mandiri. Sehingga ketika anak melihat  orangtua membersihkan dapur saat memasak, anak akan termotivasi/berinisiatif untuk ikut membantu dalam membersihkan dapur.
Berikan penghargaan yang baik pada anak yang telah berhasil melakukan tugasnya sendiri agar ia merasa mampu dan percaya diri.

3. Jalin kedekatan dengan anak 

Menjalin kedekatan emosional dan fisik dengan anak merupakan salah satu faktor penting dalam menumbuhkan motivasi internal anak. Orangtua yang selalu ada untuk anak akan membuat anak merasa dicintai, aman, percaya diri dan nyaman sehingga anak tahu kepada siapa ia harus bertanya dan meminta arahan. Anak yang dicintai dan tahu bahwa mereka dicintai akan lebih mau melakukan hal-hal sendiri. Mereka akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk merajuk dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu dengan motivasinya sendiri.

4. Menjadi contoh yang baik 

Menjadi contoh yang baik sangat penting untuk membuat anak dapat meniru kebiasaan orangtua dengan cepat. Jika anak selalu melihat orangtua mampu melakukan sesuatu tanpa menunda-nundanya terlebih dahulu atau diminta oleh orang lain, maka cepat atau lambat anak akan melakukan hal yang sama, karena di dalam keluarga, orangtua adalah role model yang paling utama.

Semoga bermanfaat. Happy Parenting 🙂

Penulis : Amelia Ajrina, S.Psi

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail